PANAS DINGINNYA KUBURAN DITENTUKAN AMAL PERBUATAN

PANAS DINGINNYA KUBURAN
DITENTUKAN AMAL PERBUATAN
Tidak menjadi rendah hati kecuali orang yang percaya akan harga dirinya sendiri. Tidak menjadi sombong kecuali orang yang tahu akan kekurangan dirinya. Milikilah semua yang Anda inginkan dari dunia, namun ketahuilah bahwa Anda akan keluar dari dunia ini persis seperti Anda datang.
Rata-rata orang itu menyombongkan diri hanya untuk menutupi kekurangannya. Kekurangan yang dimaksud adalah segala hal yang tidak dimilikinya. Rata-rata orang itu menjadi tawadlu' karena dia tahu tentang hakikat dirinya, kemudian dia mensyukuri nikmat yang dimiliki dan berusaha semaksimal mungkin memperbaiki kekurangan yang ada pada dirinya.
Kita itu lahir tak membawa apa-apa dan kembali pun tak membawa apa-apa, kecuali amal. Orang miskin dan orang kaya kalau sudah mati, kereta mayatnya dan kuburannya sama, tidak memakai AC. Panas dinginnya kuburannya sungguh ditentukan oleh amal perbuatan yang diperbuat selama hidup.
Sangat berbeda nilai perbuatan yang dilakukan karena Allah dan karena manusia, demi dunia dan demi akhirat, untuk harta dan untuk agama. Kita harus pikir dan renungkan. Satu tangis seribu makna, satu tetes air mata bisa punya nilai yang berbeda.
Orang yang menangis karena mendengarkan ayat-ayat Allah sungguh berbeda nilainya dengan orang yang menangis karena mendengarkan lagu-lagu romantis penuh syahwat.

Artikel Syaikh Abdul Qodir Jaelani Lainnya :