KESIAPAN MENERIMA PANCARAN CAHAYA

KESIAPAN
MENERIMA PANCARAN CAHAYA
Datangnya anugerah itu menurut kadar kesiapan jiwa, sedangkan pancaran cahaya-Nya menurut kadar kebeningan rahasia jiwa. Anugerah, berupa pahala dan ma’rifat serta yang lainnya, sesungguhnya bergantung kepada kesiapan para hamba Allah. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
“Allah subhanahu wa ta'ala berfirman di hari kiamat (kelak): “Masuklah kalian ke dalam syurga dengan rahmat-Ku dan saling menerima bagianlah kalian pada syurga itu melalui amal-amalmu.” Lalu Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, membaca firman Allah Ta’ala: “Dan syurga yang kalian mewarisinya adalah dengan apa yang kalian amalkan.” (QS. Az-Zukhruf: 72)
Adapan pancaran cahaya-cahaya-Nya berupa cahaya yaqin dan iman menurut kadar bersih dan beningnya hati dan rahasia hati. Beningnya rahasia hati diukur menurut kualitas wirid dan dzikir seseorang.

Artikel Syaikh Abdul Qodir Jaelani Lainnya :