JIKA KEBENARAN DAN KEKUASAAN
BISA MENYATU
Kebenaran dan kekuasaan adalah indah jika menyatu, namun tidak jarang dua hal ini berada dalam posisi berseberangan. Ketika posisi dua hal ini berseberangan, hanya orang yang merdeka yang merasa bebas untuk istiqamah berada di dalam dan bersama dengan kebenaran, sebagaimana hanya orang yang terjajah atau bermental budak yang memaksakan diri berada dalam dan bersama dengan kekuasaan.
Kalimat tauhid "tiada tuhan selain Allah" sesungguhnya mendidik kita
untuk menjadi manusia merdeka dalam makna yang sesungguhnya. Pemilik
jiwa tauhid tidak akan mau menukarkan kebenaran yang Allah nyatakan
dengan berbagai macam kenikmatan yang ditawarkan. Mereka paham bahwa
iman atau tauhid yang dimilikinya adalah nikmat terbesar dalam hidupnya.
Ada sebagian orang yang menjauh dari kebenaran demi untuk mendapatkan kekuasaan. Lebih parah lagi menggunakan kekuasaan untuk meruntuhkan kebenaran. Orang semacam ini umurnya tidak akan lama. Setelah kejatuhannya dari kekuasaan, namanya tidak akan lagi memiliki ruh, hilang dan tak pernah disebut-sebut lagi dalam doa rakyatnya. Yang lebih berat lagi adalah pertanggungjawaban di hadapan Allah.
Mungkin yang masih berkuasa berkata bahwa kebenaran bisa dibeli dengan uang dan kekuasaan. Kalimat ini sesungguhnya salah. Bukan kebenaran yang bisa dibeli, namun kemenangan yang diatasnamakan kebenaran.
Kebenaran atau al-Haq adalah sama dengan nama Allah sebagai al-Haq. Semua yang disebut HAQ dalam al-Qur'an dan al-Hadits, seperti kematian, surga, neraga dan sejenisnya adalah pasti dan tidak bisa dibeli. Sesuatu yang bisa dibeli adalah bukan kebenaran sejati.
Ada sebagian orang yang menjauh dari kebenaran demi untuk mendapatkan kekuasaan. Lebih parah lagi menggunakan kekuasaan untuk meruntuhkan kebenaran. Orang semacam ini umurnya tidak akan lama. Setelah kejatuhannya dari kekuasaan, namanya tidak akan lagi memiliki ruh, hilang dan tak pernah disebut-sebut lagi dalam doa rakyatnya. Yang lebih berat lagi adalah pertanggungjawaban di hadapan Allah.
Mungkin yang masih berkuasa berkata bahwa kebenaran bisa dibeli dengan uang dan kekuasaan. Kalimat ini sesungguhnya salah. Bukan kebenaran yang bisa dibeli, namun kemenangan yang diatasnamakan kebenaran.
Kebenaran atau al-Haq adalah sama dengan nama Allah sebagai al-Haq. Semua yang disebut HAQ dalam al-Qur'an dan al-Hadits, seperti kematian, surga, neraga dan sejenisnya adalah pasti dan tidak bisa dibeli. Sesuatu yang bisa dibeli adalah bukan kebenaran sejati.